<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4296015061232672777</id><updated>2011-04-22T01:18:27.998+07:00</updated><title type='text'>PEMIMPIN DUNIA</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://nabilmulahelah.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4296015061232672777/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nabilmulahelah.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>NABIL MULAHELAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07509075074733457738</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_WQmXZ58xAgg/SdxRp8rkIpI/AAAAAAAAAAM/76oj9oSbMzM/S220/1_459997974l.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>3</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4296015061232672777.post-6014457517962941251</id><published>2009-04-09T06:51:00.000+07:00</published><updated>2009-04-09T06:53:27.297+07:00</updated><title type='text'>Josip Broz Tito: Orang Pertama dan Terakhir</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_WQmXZ58xAgg/Sd0467JfJNI/AAAAAAAAABQ/5Lv5KFZdfJQ/s1600-h/Tito.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 238px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_WQmXZ58xAgg/Sd0467JfJNI/AAAAAAAAABQ/5Lv5KFZdfJQ/s320/Tito.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5322472919582844114" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Banyak tokoh dunia mengakui kehebatan Tito. Ia dilukiskan sebagai diplomat sangat ulung, yang luwes bergaul dengan Blok Barat dan Blok Timur. Di bawah kepemimpinannya, Yugoslavia tumbuh menjadi negara yang kuat di Eropa Timur tanpa harus menjadi anggota Pakta Warsawa ataupun Organisasi Pertahanan Atlantik Utara (NATO).&lt;br /&gt;“Akan kupersembahkan seluruh kehidupanku demi membangun kejayaan Yugoslavia, tidak saja kejayaan secara geografis, tapi juga kejayaan dalam semangatnya, dan demi mempertahankan netralitas dan kedaulatannya yang telah terbentuk melalui pengorbanan sangat besar dalam perang besar yang terakhir, Perang Dunia II.”&lt;br /&gt;Pidato berapi-api itu diucapkan lelaki bertubuh tambun, di hadapan ribuan rakyat Yugoslavia, beberapa waktu seusai perang. Ucapan itu amat terkenal dan belakangan terbukti, Tito benar-benar mewujudkan janjinya itu. Yugoslavia yang identik dengan Josip Broz Tito menjadi sebuah negara yang disegani dan diperhitungkan, bahkan oleh negara adidaya: Uni Soviet dan Amerika Serikat.&lt;br /&gt;Bukan apa-apa. Tempat terhormat bagi negeri yang pernah dipimpin Raja Peter II itu diperoleh berkat kepiawaian Tito bermain di pentas politik internasional. Ia memberi model tersendiri bagi sosialisme di negerinya, yang memungkinkan hubungan baik dengan Barat. Sebaliknya, dia ikut berperan dalam membangun jalinan hubungan yang erat dan kuat antara negara-negara di Dunia Ketiga di bawah bendera Gerakan Nonblok.&lt;br /&gt;Lahir pada 7 Mei 1892 di Desa Kumrovec, di wilayah Hrvatsko Zagorje, Kroasia-Slovenia, yang pernah berada di bawah kekuasaan Kekaisaran Austria-Hungaria. Nama aslinya Josip Broz, dan di kemudian hari ia menambahkan nama ”Tito” di belakangnya.&lt;br /&gt;Tak ada keterangan pasti mengapa ia menggunakan nama itu. Ada yang menebak, nama itu berasal dari bahasa Kroasia: Ti bermakna ”Anda” dan To berarti ”itu.” Dua kata tersebut kerap digunakannya selama memimpin di masa-masa perjuangan: ia menunjuk seseorang, lalu mengeluarkan perintah untuk melakukan tugas tertentu. Versi ini disebut-sebut oleh pakar sejarah Fitzroy Maclean dalam bukunya, Eastern Approach (1949).&lt;br /&gt;Penulis biografinya, Vladimir Dedijer, mengungkap cerita lain. Tito adalah nama kuno, dan tidak biasa, di kalangan orang-orang Kroasia, tapi sangat populer di kalangan masyarakat Zagorje. Nama itu adaptasi dari nama pengarang roman asal Kroasia, Titus Brezovacki. Dalam sebuah wawancara, Tito mengaku nama itu sangat populer di daerahnya, dan itu alasan utama mengapa ia menggunakannya.&lt;br /&gt;Tanggal kelahirannya pun cukup kontroversial. Walau persisnya lahir tanggal 7 Mei, Tito sendiri lebih suka merayakan ulangtahunnya pada 25 Mei. Itu dilakukannya setelah menjadi presiden Yugoslavia, guna menandai kegagalan Nazi Jerman untuk melenyapkan dirinya pada 25 Mei 1944. Jerman menemukan dokumen palsu tentang tanggal kelahiran Tito, yakni 25 Mei. Mereka menyerang Tito persis pada tanggal yang diyakini sebagai hari kelahirannya!&lt;br /&gt;Tito lahir dan dibesarkan dalam keluarga petani miskin. Ia berdarah campuran: ayahnya, Franjo Broz, berkebangsaan Kroasia, sedangkan ibunya, Marija, berdarah Slovenia. Setelah beberapa tahun menghabiskan masa kecilnya bersama kakek dari pihak ibunya di Desa Podsreda, di usia sekolah ia kembali ke Kumrovek. Di sekolah dasar empat tahun, Tito sempat tidak naik kelas, dan ia baru lulus pada 1905.&lt;br /&gt;Mulai tahun 1907, Tito meninggalkan sama sekali kehidupan pedesaan. Hingga 1913, ia menjajal sejumlah pekerjaan. Awalnya, ia sempat magang sebagai masinis kereta api di kawasan Sisak. Profesi itu membuka matanya tentang gerakan buruh, dan untuk pertama kalinya ikut merayakan Hari Buruh, 1 Mei. Lalu, pada 1910, ia bergabung dengan Serikat Buruh Metalurgi sekaligus anggota Partai Sosialis-Demokrat Kroasia-Slovenia. Ia juga sempat bekerja di pabrik mobil Benz, dan menjadi pengemudi bagian pengetesan di pabrik mobil Daimler, Austria.&lt;br /&gt;Pertama kali memasuki dinas kemiliteran, Tito bergabung dengan tentara Austria-Hungaria dengan pangkat sersan. Dalam karir kemiliterannya, ia berkali-kali menikmati dinginnya ruang penjara, termasuk saat ditangkap pasukan Rusia pada 1915. Ia sempat dikirim ke kamp tahanan di Pegunungan Ural, dan baru dibebaskan pada 1917, ketika terjadi revolusi para buruh. Lalu, ia bergabung dalam kelompok Bolshevik, dan masuk Tentara Merah seusai Revolusi Oktober.&lt;br /&gt;Kembali ke tanah airnya pada 1920, Tito segera bergabung dengan Partai Komunis Yugoslavia (PKY) yang pengaruhnya tengah menguat. Partai itu berhasil mendudukkan 59 wakilnya di parlemen, dan menjadi partai ketiga terkuat di negeri itu. Tapi, pihak Kerajaan tak senang, lalu memberangus PKY. Tito pun melancarkan aksi bawah tanah dari kota ke kota. Karena aktivitasnya, ia ditangkap pada 1928 dan dijebloskan selama lima tahun ke Penjara Lepoglava—tempat ia kemudian bertemu dengan guru ideologinya, Mosa Pijade.&lt;br /&gt;Tito terpilih menjadi Sekretaris Jenderal PKY pada 1937, menggantikan Milan Gorkic yang terbunuh di Moskow. Sebelumnya, ia sudah menjadi anggota Partai Komunis Uni Soviet sekaligus polisi rahasia negeri itu. Mulai saat itulah, ia mengepakkan sayap sebagai pemimpin negara, walaupun PKY masih berstatus partai terlarang di Yugoslavia.&lt;br /&gt;Serangan Jerman, Italia, dan Hungaria pada 6 April 1941 ke seluruh penjuru Yugoslavia, menjadi tonggak penting bagi Tito. Hanya dalam sepuluh hari, pasukan kerajaan terdesak, dan Raja Peter II lari meninggalkan negeri. Tito sendiri membangun Komite Militer dalam tubuh Komite Sentral PKY pada 10 April tahun itu. Ia segera menyeru rakyat agar bersatu melawan tentara pendudukan. Ia mengangkat diri sebagai panglima setelah Jerman melancarkan Operasi Barbarossa ke Uni Soviet. Pada saat yang sama, dibentuk pula Pasukan Partisan Yugoslavia.&lt;br /&gt;Singkat kata, kaum partisan berhasil melancarkan perang gerilya melawan kekuatan poros Jerman. Satu demi satu daerah berhasil dibebaskan, dan di situ dibentuk pemerintahan sipil di bawah Komite Rakyat. Tito memainkan peran sebagai pemimpin dalam forum-forum Dewan Pembebasan Antifasis Yugoslavia. Pada 4 Desember 1943, ia pun diangkat menjadi Presiden Dewan Pembebasan Yugoslavia dan mengumumkan pembentukan pemerintahan darurat Demokrasi Yugoslavia.&lt;br /&gt;Selama perang, tidak kurang tiga kali Jerman hampir berhasil menangkap atau membunuh Tito: dalam pertempuran di Neretva, perang di Sutjeska, dan penyerbuan kawasan Drvar dalam kurun 1943-1944. Toh, Tito lolos walaupun sempat mengalami luka parah saat ia dan pasukannya bertempur di Sutjeska. Kegigihan kaum partisan itu mengundang simpati pihak Sekutu yang dipimpin Amerika Serikat. Mereka pun memperoleh dukungan Sekutu.&lt;br /&gt;Eksistensi Tito dan pasukan partisan mendapat pengakuan resmi pada awal 1944. Terutama dari Raja Peter II, setelah digelar Konferensi Teheran yang mempertemukan sang Raja dengan Presiden Amerika Franklin D. Roosevelt, Perdana Menteri Inggris Winston Churchill, dan Perdana Menteri Soviet Joseph Stalin. Baru pada 17 Juni 1944, digelar Traktat Vis di Pulau Dalmatian yang isinya menyepakati penggabungan pemerintahan di bawah Tito dengan pemerintahan dalam pengasingan di bawah Raja Peter II.&lt;br /&gt;Dalam pemerintahan gabungan itu, Tito terpilih sebagai perdana menteri pemerintahan darurat. Dengan mandat baru itu, ia segera melancarkan strategi jitu untuk mengusir seluruh kekuatan asing dari bumi Yugoslavia. Ia, diam-diam, mengadakan semacam perjanjian dengan Uni Soviet dan membolehkan Tentara Merah melakukan operasi di kawasan timur laut negeri. Upaya itu berhasil, dan tentara Jerman menarik seluruh pasukannya ke wilayah perbatasan. Dengan langkah itu, berakhir pula pendudukan asing atas Yugoslavia.&lt;br /&gt;Usai Perang Dunia II, Tito segera menjadi tokoh yang amat populer di mata rakyat. Ia dipuja sebagai pemimpin pembebasan Yugoslavia. Ia juga berhasil menghimpun seluruh kekuatan yang terdiri atas beragam etnis dan agama, bahkan ideologi. Negeri itu lalu mengubah namanya menjadi Republik Federasi Sosialis Yugoslavia. Lewat parlemen, kekuasaan Raja Peter II dihilangkan sama sekali, dan Tito leluasa melebarkan kekuasaannya.&lt;br /&gt;Di masa-masa awal setelah Perang Dunia II, Tito dikenal sebagai pemimpin yang amat loyal kepada Moskow. Di Blok Timur, ia dianggap sebagai orang kedua setelah Stalin. Tapi, sesungguhnya, hubungan Tito dengan pemimpin Rusia itu tak semulus yang tampak. Stalin merasa ada ganjalan karena menilai sikap Tito terlalu independen.&lt;br /&gt;Dan itu terbukti beberapa waktu kemudian. Pemimpin Yugoslavia itu melepaskan sama sekali persekutuannya dengan Uni Soviet. Tito memandang, negerinya berhak meraih keinginannya sendiri. Tambahan lagi, adanya sejumlah insiden yang membuat Moskow gerah. Satu di antaranya, sikap Tito yang terang-terangan membela kelompok ”pemberontak” saat terjadi Perang Saudara di Yunani. Sementara, Stalin memilih diam karena pernjanjiannya dengan Churchill.&lt;br /&gt;Lebih menyakitkan lagi, setelah Tito mengumumkan model pembangunan ekonomi yang ditempuh Yugoslavia, yang lepas dari pengaruh Uni Soviet. Dalam salah satu suratnya ke Istana Kremlin, Tito menulis, “Kami mendalami dan mengambil sistem Soviet sebagai contoh, tapi kami ingin mengembangkan sosialisme yang berbeda di negeri kami. Bukan masalah betapa cinta kita kepada tanah asal sosialisme, Uni Soviet, toh kami tentu lebih menyintai negeri sendiri.”&lt;br /&gt;Sejak itu, model sosialisme yang dikembangkan Tito mendapat julukan ”Titoisme.” Celakanya, Stalin yang marah menjadikan perselisihan ideologi itu sebagai masalah pribadi. Pemimpin Soviet itu lantas berkali-kali mengirim pasukan pembunuh untuk menghabisi Tito. Ujung-ujungnya, Tito melayangkan surat ke Istana Kremlin dan memperingatkan Stalin agar menghentikan percobaan pembunuhan itu.&lt;br /&gt;“Berhentilah mengirim orang untuk membunuh saya. Kami telah menangkap lima orang. Seorang di antaranya dengan bom, dan yang lainnya dengan senapan. Bila Anda tidak juga berhenti mengirim orang, saya hanya perlu mengirim satu orang ke Moskow, dan saya pastikan dia tidak gagal, sehingga saya tak perlu mengirim orang kedua.”&lt;br /&gt;Pada 14 Januari 1953, Tito terpilih menjadi presiden Yugoslavia menggantikan Ivan Ribar. Dalam posisi itulah ia bersama tiga pemimpin negara Dunia Ketiga—Soekarno, Jawaharlal Nehru, Kwame Nkrumah, dan Gamal Abdel Nasser—menggagas pembentukan Gerakan Nonblok beberapa tahun kemudian.&lt;br /&gt;Banyak tokoh dunia mengakui kehebatan Tito. Ia dilukiskan sebagai diplomat sangat ulung, yang luwes bergaul dengan Blok Barat dan Blok Timur. Walau masuk dalam jajaran negara sosialis, Tito tidak pernah membawa negerinya masuk ke dalam salah satu blok itu. Di bawah kepemimpinannya, Yugoslavia tumbuh menjadi negara sosialis yang kuat di Eropa Timur tanpa harus menjadi anggota Pakta Warsawa ataupun Organisasi Pertahanan Atlantik Utara (NATO).&lt;br /&gt;Di dalam negeri, ia berhasil menyeimbangkan semua kekuatan yang punya potensi bertikai dan pecah di antara enam negara bagian dan dua daerah otonom. Stabilitas politik negeri itu terbangun di atas kepiawaiannya menghidupkan rasa nasionalisme di antara kelompok-kelompok yang berbeda itu.&lt;br /&gt;Guna mengimbangi cara memerintahnya yang terkesan otoriter, Tito menjadikan Yugoslavia sebagai negara sosialis yang paling terbuka di dunia. Warga negara Yugoslavia dengan mudah dan terbuka diizinkan bekerja dan berkunjung ke negara-negara Eropa Barat. Demikian juga sebaliknya. Pertukaran ide dan peningkatan kerja sama ilmu pengetahuan dengan dunia Barat, berjalan baik.&lt;br /&gt;Tapi sayangnya, hanya berselang sepuluh tahun setelah ia wafat, muncul perang saudara yang membuat negeri yang dibangunnya, terpecah-belah. Menurut pakar tentang Balkan, Sergey Baburin, pemerintahan federasi yang dibentuk Tito justru menjadi penyebab berlangsungnya Serbianisasi Yugoslavia. Model seperti itu membuat etnis Serbia berkuasa di mana-mana, sedangkan etnis lain seperti Albania dan Bosnia menjadi pihak yang tersingkir. Tito memanfaatkan potensi konflik dan instabilitas itu sebagai prinsip politik yang konsisten diterapkan.&lt;br /&gt;Tito mangkat pada 4 Mei 1980 setelah empat bulan dirawat di Rumah Sakit Ljubljana. Sebelumnya, ia mengalami masalah pada peredaran darah di kaki, sampai anggota tubuhnya itu sempat diamputasi. Boleh jadi, acara pemakamannya merupakan yang terhebat di antara para pemimpin dunia lainnya. Tak kurang, pemimpin dari 128 negara dari semua blok yang ada, hadir dan berkumpul di acara itu.&lt;br /&gt;Tito pun tampaknya sudah merasa, Yugoslavia tidak akan awet sepeninggalnya. Di hari-hari menjelang wafat, ia pernah berujar: “Sayalah orang Yugoslavia terakhir.” Ucapannya terbukti, sudah hampir dua dasawarsa ini, Yugoslavia hilang dari peta dunia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4296015061232672777-6014457517962941251?l=nabilmulahelah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nabilmulahelah.blogspot.com/feeds/6014457517962941251/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4296015061232672777&amp;postID=6014457517962941251&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4296015061232672777/posts/default/6014457517962941251'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4296015061232672777/posts/default/6014457517962941251'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nabilmulahelah.blogspot.com/2009/04/josip-broz-tito-orang-pertama-dan.html' title='Josip Broz Tito: Orang Pertama dan Terakhir'/><author><name>NABIL MULAHELAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07509075074733457738</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_WQmXZ58xAgg/SdxRp8rkIpI/AAAAAAAAAAM/76oj9oSbMzM/S220/1_459997974l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_WQmXZ58xAgg/Sd0467JfJNI/AAAAAAAAABQ/5Lv5KFZdfJQ/s72-c/Tito.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4296015061232672777.post-2126376783811081809</id><published>2009-04-09T06:46:00.000+07:00</published><updated>2009-04-09T06:50:34.418+07:00</updated><title type='text'>Jawaharlal Nehru: Pemimpin Populer dari Allahabad</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_WQmXZ58xAgg/Sd04QE2OPMI/AAAAAAAAABI/HRAHagt2Ap4/s1600-h/nehru-ghandi2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 250px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_WQmXZ58xAgg/Sd04QE2OPMI/AAAAAAAAABI/HRAHagt2Ap4/s320/nehru-ghandi2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5322472183452024002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pagi itu, 27 Mei 1964, rakyat India dikejutkan oleh sebuah berita duka. Hari itu Nehru, pemimpin mereka yang juga salah seorang founding fathers negeri, diberitakan mangkat. Serangan jantung telah mengakhiri kehidupan sang perdana menteri.&lt;br /&gt;Serangkaian upacara pemakaman cara Hindu digelar. Jasadnya dikremasi di Shantivana yang terletak di tepi sungai keramat Yamuna. Ratusan ribu warga kala itu berjejalan mengikuti upacara itu dengan khidmat. Mereka memenuhi jalan-jalan mulai dari New Delhi hingga ke tempat perabuan.&lt;br /&gt;Nehru. Namanya tidak saja amat berarti bagi rakyat India. Ia juga menjadi pemimpin Asia yang amat disegani karena kiprahnya. Bersama dua pemimpin Asia lainnya, Soekarno dari Indonesia dan Gamal Abdul Nasser dari Mesir, ia berhasil membawa negara-negara Asia-Afrika menjadi satu blok tersendiri yang amat diperhitungkan dalam percaturan dunia.&lt;br /&gt;Lahir dengan nama lengkap Jawaharlal Nehru di kawasan tepian Sungai Gangga, kota Alahabad, pada 14 November 1889. Ia dibesarkan di tengah nuansa sungai yang disucikan oleh umat Hindu India itu di tengah keluarga kaya. Maklum, ayahnya, Motilal Nehru, adalah seorang pengacara sekaligus tokoh politik kondang di kawasan yang kini masuk wilayah Negara Bagian Uttar Pradesh tersebut.&lt;br /&gt;Ia anak sulung pasangan Motilal dan Swarup Rani. Terkisah, leluhurnya berasal dari kawasan Kashmir dan memiliki status mulia dalam masyarakat India. Pangkalnya, mereka berasal dari kasta tertinggi dalam agama HIndu: Brahmana. Setelah tamat dari sekolah hukum di Kashmir, Motilal pindah ke Alahabad dan menjadi pengacara. Setelah sukses, ia pun masuk dan aktif di partai terbesar di India kala itu: Kongres Nasional India.&lt;br /&gt;Sebagai anak orang kaya, Nehru bersama kedua adik perempuannya, Vijaya Lakshmi dan Krishna, mukim di sebuah mansion berjuluk Anand Bhavan. Mereka dididik dengan tata cara Inggris: mulai dari kebiasaan sehari-hari, bahasa, nilai-nilai, hingga cara berbusana. Walau demikian, mereka tetap mendapat kesempatan memelajari bahasa Hindi dan Sansekerta.&lt;br /&gt;Hingga usia 15 tahun, Nehru mengenyam pendidikan dasar dan menengah di Alahabad. Setelah itu, ia dikirim sang ayah ke Inggris untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi di Harrow. Semasa sekolah di Inggris itulah ia mendapat nama baru: Joe Nehru. Setelah sempat melanjutkan pendidikan bidang ilmu-ilmu alam di Trinity College, Nehru lalu memilih sekolah hukum di Inner Temple, London, lalu mendapat ijazah sarjana hukum di sana.&lt;br /&gt;Semasa mahasiswa, Joe Nehru dikenal secara tetap singgah ke teater, museum, dan gedung-gedung opera di London. Masa-masa liburan sekolah pun dimanfaatkannya untuk keliling Eropa. Ia masuk dalam jajaran mahasiswa yang populer karena ketampanan, kecerdasan, dan hubungan sosialnya yang luas.&lt;br /&gt;Namun, tak ada catatan resmi yang menguak prestasi akademik calon perdana menteri pertama India itu. Yang jelas, ia memang menyemplungkan diri secara aktif dalam kegiatan-kegiatan dan aksi politik kelompok mahasiswa India di Eropa. Dalam masa-masa itulah ia mengenal dan memahami sosialisme dan liberalisme yang memang lagi naik daun di bumi Eropa. Belakangan, sosialisme menjadi sokoguru pandangannya dalam membangun India.&lt;br /&gt;Sepulangnya ke India pada awal 1916, ia segera dinikahkan dengan seorang gadis India, Kamala Kaul, yang masih berusia 17 tahun. Pada masa-masa awal perkawinan mereka, sempat terjadi benturan kultural antara kedua pasangan muda itu. Pangkalnya, Nehru sudah sangat terbiasa dengan tatacara Barat, sedangkan istrinya seorang penganut Hindu yang amat taat.&lt;br /&gt;Pada tahun berikutnya, lahirlah putri mereka, yang juga anak satu-satunya, Indira Priyadarshini. Kelak, sang anak yang lebih dikenal dengan nama Indira Gandhi itu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4296015061232672777-2126376783811081809?l=nabilmulahelah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nabilmulahelah.blogspot.com/feeds/2126376783811081809/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4296015061232672777&amp;postID=2126376783811081809&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4296015061232672777/posts/default/2126376783811081809'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4296015061232672777/posts/default/2126376783811081809'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nabilmulahelah.blogspot.com/2009/04/jawaharlal-nehru-pemimpin-populer-dari.html' title='Jawaharlal Nehru: Pemimpin Populer dari Allahabad'/><author><name>NABIL MULAHELAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07509075074733457738</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_WQmXZ58xAgg/SdxRp8rkIpI/AAAAAAAAAAM/76oj9oSbMzM/S220/1_459997974l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_WQmXZ58xAgg/Sd04QE2OPMI/AAAAAAAAABI/HRAHagt2Ap4/s72-c/nehru-ghandi2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4296015061232672777.post-3783510532365163059</id><published>2009-04-09T06:32:00.000+07:00</published><updated>2009-04-09T06:45:46.560+07:00</updated><title type='text'>Mikhail Gorbachev: Reformis dari Privolnoye</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_WQmXZ58xAgg/Sd03DQKPT1I/AAAAAAAAABA/Ty3YskdPBc8/s1600-h/Gorbachev.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 264px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_WQmXZ58xAgg/Sd03DQKPT1I/AAAAAAAAABA/Ty3YskdPBc8/s320/Gorbachev.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5322470863638843218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Lahir dari keluarga petani di lahan kolektif. Kehidupan masa kecilnya penuh keprihatinan di bawah rezim totaliter Joseph Stalin. Sejak kecil menjadi murid terpandai di kelasnya, terutama untuk mata pelajaran matematika dan sejarah.&lt;br /&gt;“Hari ini, perdamaian bermakna pendakian: dari sekadar hidup berdampingan, menjadi kerjasama dan kreativitas bersama di antara bangsa-bangsa dan negara-negara. Perdamaian adalah pergerakan ke arah peradaban global dan universal. Sebelum ini, tak pernah ada gagasan bahwa perdamaian sesungguhnya tidak dapat dipecah-pecah seperti adanya kini. Perdamaian bukanlah kesatuan dalam kesamaan, melainkan kesatuan dalam keberagaman, dalam perbandingan, dan upaya mendamaikan perbedaan-perbedaan.”&lt;br /&gt;“Saya memandang keputusan untuk menganugerahkan Hadiah Nobel Perdamaian kepada saya sebagai sebuah aksi solidaritas terhadap langkah monumental yang telah mendudukkan sejumlah tuntutan pada masyarakat Soviet dalam hubungan upaya-upaya, beaya, penderitaan, tekad, dan karakter. Dan solidaritas merupakan sebuah nilai universal yang menjadi sangat diperlukan demi kemajuan dan untuk kelangsungan hidup umat manusia.”&lt;br /&gt;Catatan kecil yang bernada optimistis itu ditorehkan Mikhail Gorbachev dalam memoarnya yang berjudul Memoirs Mikhail Gorbachev (1995). Kurang lebih tiga setengah tahun setelah ia meninggalkan kursi kepresidenan. Pemimpin terakhir Uni Soviet itu memang tercatat sebagai penerima Hadiah Nobel Perdamaian pada 1990. Berbagai langkah, upaya, dan kebijakan yang ditempuhnya sebagai salah seorang pemimpin dunia, dinilai sangat mendukung perdamaian.&lt;br /&gt;Tengok saja beberapa langkah pentingnya dalam mendinginkan suhu politik dunia. Segera setelah duduk sebagai presiden sekaligus pemimpin tertinggi Partai Komunis Uni Soviet, ia mengubah kebijakan luar negeri yang semula dingin menjadi luwes menghadapi Barat. Ia memulai langkah pendekatan ke sejumlah pemimpin Barat untuk mengakhiri Perang Dingin yang  berjalan sejak akhir Perang Dunia II.&lt;br /&gt;Sebagai bagian dari pemikirannya tentang restrukturisasi alias perestroika, tokoh yang kerap disapa “Gorby” itu mengeratkan hubungan dengan pemimpin Barat. Kanselir Jerman Barat Helmut Kohl, Perdana Menteri Inggris Margaret Thatcher, dan Presiden Amerika Serikat Ronald Reagan adalah tiga dari sekian banyak pemimpin Barat yang berhasil didekatinya. &lt;br /&gt;Sampai-sampai, Thatcher mengeluarkan pernyataan yang amat terkenal kala itu: “Saya suka Gorbachev, kami benar-benar bisa bekerja sama.”&lt;br /&gt;Pendekatan-pendekatan itu berbuah manis. Dimulai dari langkah Gorby pada 8 April 1986, yakni mengumumkan penghentian pengembangan rudal SS-20 di kawasan Eropa Timur. Itu merupakan upaya awalnya untuk menyelesaikan isu panas senjata nuklir jarak menengah. Ia pun mengajukan usul agar Moskow dan Washington sama-sama mengurangi arsenal nuklir masing-masing sampai separuhnya. Kendati upaya itu memakan waktu lebih dari satu tahun, Gorbachev dan Reagan akhirnya menandatangani traktat pembatasan senjata nuklir jarak menengah pada 22 Juli 1987.&lt;br /&gt;Bukan itu saja langkahnya untuk mendinginkan hawa politik dunia. Demi stabilitas dan perdamaian regional, pada Februari 1988, Gorby mengumumkan rencana penarikan mundur seluruh pasukan Soviet dari Afghanistan. Walaupun langkahnya kemudian berakibat perang saudara berkepanjangan di “Negeri para Mujahidin” itu, Gorby konsisten dengan kebijakannya untuk melepas sama sekali campur tangan Soviet di berbagai negara. &lt;br /&gt;Kebijakan serupa juga ia terapkan di negara-negara satelit Eropa Timur. Gorby melepaskan sama sekali Doktrin Breznev yang memberi perlindungan dan ikut campur dalam urusan negara-negara yang dikenal sebagai Blok Timur, seperti Cekoslovakia, Yugoslavia, Rumania. dan Hungaria. Walhasil, sejarah mencatat, kebijakan itu memicu perpecahan internal di berbagai negara satelit itu, lalu melahirkan negara-negara baru. Uni Soviet sendiri pun harus membayar mahal kebijakan itu, dengan perpecahan internal dan bubarnya negara bernama Uni Soviet. Tapi, langkah itu justru mencapai hasil lebih luhur: menamatkan sama sekali Perang Dingin.&lt;br /&gt;Gorby lahir dari latar belakang keluarga petani di lahan kolektif di kota Pivolnoye, Provinsi Stavropol, pada 2 Maret 1931. Kakeknya, Pantelei Yefimovich Gopkalo, yang berprofesi sebagai mekanik alat pertanian, adalah seorang pengikut setia Partai Komunis Uni Soviet (PKUS). Sang kakek juga menjadi ketua partai di Kolkhoz yang pada 1937 pernah ditangkap polisi rahasia NKVD karena dicurigai memimpin organisasi bawah tanah yang mendukung Leon Trotsky--tokoh Soviet yang beraliran moderat masa itu.&lt;br /&gt;Dalam memoarnya, Gorby menyebut peristiwa penahanan sang kakek selama hampir dua tahun berdampak sangat dramatis bagi kehidupan dan pendangan politiknya di kemudian hari. Dari sang kakeklah ia banyak belajar tentang komunisme. Pantelei yang tetap setia pada paham komunis, memperkenalkan Gorby pada pemikiran Karl Marx, Frederick Engels, dan Lenin, tapi tidak dengan pemikiran Trotsky. Lebih jauh lagi, dari rak buku sang kakek, Gorby mengenal lebih dalam ajaran ketiga tokoh itu.&lt;br /&gt;Selama Perang Dunia II, kampung halaman Gorby diduduki pasukan Nazi Jerman. Masa itu sungguh melekat dalam memorinya, dan ikut memengaruhi karakter dan pandangan dunianya. Dalam memoarnya, ia mencatat masa gelap perang itu: “Saya berusia empat belas tahun saat perang usai. Generasi kami adalah generasi anak-anak era perang. Perang telah membakar kami, meninggalkan bekas pada karakter kami, dan pandangan kami terhadap dunia.”&lt;br /&gt;Kehidupan masa kecilnya boleh dibilang penuh keprihatinan di bawah rezim totaliter Joseph Stalin. Apalagi, di masa kakeknya ditahan polisi rahasia dan dijebloskan ke penjara khusus tahan politik. Seperti dilukiskannya dalam memoar, “Semasa kanak-kanak, aku tetap saja menyaksikan sisa-sisa cara hidup khas perkampungan Rusia. Pondok-pondok batako berlantai tanah, tanpa ranjang di kamar-kamarnya. Orang-orang tidur di papan yang digelar di atas perapian.” &lt;br /&gt;Walau demikian, bakat dan kecemerlangan otaknya, baik di lapangan maupun di kelas, sudah tampak menonjol sejak ia mengenyam bangku sekolah. Gorby kecil selalu muncul sebagai yang terpandai di kelasnya, terutama untuk mata pelajaran matematika dan sejarah yang memang amat digandrunginya. Seusai jam sekolah, ia membantu ayahnya mengelola lahan pertanian kolektifnya. Berkat kerjanya yang mencapai rekor panen terbaik, Gorby pun dianugerahi penghargaan Golongan Pataka Merah Buruh di usia sangat belia, 16 tahun. Sangat jarang pemuda seusia dia mendapat penghargaan tertinggi untuk kaum buruh-tani itu.&lt;br /&gt;Penghargaan itu pula yang membawa Gorby langsung diterima masuk sebagai mahasiswa Universitas Moskow. Ia mengambil jurusan hukum di universitas itu sejak September 1950. Tapi, sejak awal sebenarnya ia tidak berminat terjun sebagai praktisi hukum. Gorby menjadikan jurusan itu sebagai jembatan dan persiapannya kelak untuk berkecimpung di PKUS. Hanya berselang beberapa bulan setelah menjadi mahasiswa, ia tercatat sebagai kandidat anggota partai.&lt;br /&gt;Semasa di bangku kuliah itu, ia berkenalan dengan Raisa Maksimovna Titorenko, seorang mahasiswi filsafat yang kelak menjadi istrinya. Hubungan mereka cukup singkat dan berakhir di pelaminan. Mereka menikah pada 25 September 1953, selagi masih sama-sama kuliah. Baru pada Juni 1955, pasangan muda itu pindah ke Stavropol setelah sama-sama menamatkan studi mereka. Di kampung halamannya itulah Gorby mulai membenamkan diri dalam kegiatan-kegiatan partai. Ia aktif dalam organisasi persatuan pemuda komunis, Komsomol.&lt;br /&gt;Di organisasi pemuda itu, kariernya cepat melambung. Pada September 1956, ia diangkat menjadi sekretaris pertama Komite Komsomol wilayah kota Stavropol. Dua tahun kemudian, ia menduduki posisi sekretaris dua Komite Komsopol tingkat provinsi dan menjadi sektretaris pertama provinsi pada 1960. Dalam posisi itulah, ia mewakili Provinsi Stavropol dalam Kongres ke-22 PKUS yang digelar di Moskow pada 1961.&lt;br /&gt;Sambil aktif dalam kegiatan Komsomol, Gorby masih sempat menyelesaikan studi masternya di Institut Pertanian Stavropol dalam kurun 1964-1967. Selain itu, prestasinya dalam organisasi rupanya menarik perhatian Yuri Andopov, yang kala itu mengepalai Komite Keamanan Nasional alias KGB. Diam-diam Andropov menggunakan pengaruh jabatannya yang kuat untuk mempromosikan Gorby. Hasilnya, pada 1971, Gorby diterima menjadi anggota Komite Sentral PKUS. Setelah sempat menduduki kursi menteri pertanian, Gorbachev menjadi anggota termuda Politbiro pada 1980, dan kemudian dipercaya sebagai deputi Konstantin Chernenko.&lt;br /&gt;Tahun 1985, setelah kematian Chernenko, Komite Sentral PKUS sepakat memilih Gorby sebagai sekretaris jenderal partai. Dalam posisi tertinggi itu, ia mulai menempuh sejumlah langkah gebrakan. Dimulai dari dalam tubuh partai, ia meremajakan kepengurusan partai dan juga posisi di pemerintahan. Ia mengganti petinggi-petinggi tua dengan tenaga-tenaga yang lebih muda. Salah satu yang cukup menghebohkan adalah penggantian Andrei Gromyko dengan Eduard Shevardnadze di posisi menteri luar negeri. Ini sesuai dengan janji yang diucapkannya dalam pidato di depan peserta rapat pleno Komite Sentral pada April 1985 di Leningrad [Kini St. Petersburg]. DaIam forum itu, ia memperkenalkan pemikirannya seputar reformasi di segala bidang.&lt;br /&gt;Pada masa-masa itu pula, ia berkampanye tentang pentingnya perbaikan dan reorganisasi ekonomi Uni Soviet yang mulai menunjukkan penurunan. Beban yang ditanggung pemimpin Blok Timur untuk mendukung ekonomi negara-negara satelitnya ternyata terlalu berat bila tetap mempertahankan sistem totalitarian dan ekonomi tertutup. Model reformasi itu awalnya dirumuskannya sebagai uskoreniye alias percepatan ekonomi, dan perestroika alias restrukturisasi. Belakangan, konsep reformasi itu lebih dikenal dengan julukan glasnost alias demokratisasi, dan perestroika.&lt;br /&gt;Program reformasi pertama yang ditempuhnya adalah pemberantasan korupsi dan reformasi perdagangan minuman beralkohol. Prgoram yang mulai dijalankan pada 1985 itu, di satu sisi cukup berhasil. Tapi, reformasi alkohol ternyata tidak mengurangi konsumsi alkohol di kalangan warga. Penataan perdagangan vodka, misalnya, justru berakibat penciutan pendapatan negara dalam jumlah cukup signifikan. Negara kehilangan tak kurang dari 100 miliar rubel karena produksi minuman itu justru membanjiri pasar gelap minuman.&lt;br /&gt;Gerakan reformasi total Gorbachev itu pun berbeaya sangat besar: pecahnya Uni Soviet. Kendati demikian, Gorby tak kecil hati. Dalam memoarnya, ia mengungkap isi hatinya. Mengapa negeri sebesar Uni Soviet itu pecah? Jawabnya sederhana saja: “Sistemnya memang mengharamkan perubahan. Doktrin mati dan sistem pergantian pemimpin secara natural sudah dijejalkan sedemikian lama. Begitu ada kehendak untuk melakukan sesuatu pada sistem itu, semua sudah terlambat.”&lt;br /&gt;Tapi, Gorby tidak menyerah. Setelah lengser dari kursi kepresidenan pada akhir 1991, ia tetap melibatkan diri dalam dunia politik. Ia mendirikan Partai Demokratik Rusia dan ikut pemilu presiden pada 1996 kendati kalah dari Boris Yeltsin. Parti itu dibubarkan oleh Pengadilan Federal karena tidak dapat memenuhi syarat jumlah keanggotaannya di daerah-daerah. Ia lalu mendirikan partai baru, Partai Uni Sosial-Demokrat. Seiring perjalanan waktu, nama Gorby kian meredup dalam peta politik Negeri Beruang itu. Tapi, namanya tetap tercatat dengan tinta emas sebagai tokoh perdamaian dunia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4296015061232672777-3783510532365163059?l=nabilmulahelah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nabilmulahelah.blogspot.com/feeds/3783510532365163059/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4296015061232672777&amp;postID=3783510532365163059&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4296015061232672777/posts/default/3783510532365163059'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4296015061232672777/posts/default/3783510532365163059'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nabilmulahelah.blogspot.com/2009/04/mikhail-gorbachev-reformis-dari.html' title='Mikhail Gorbachev: Reformis dari Privolnoye'/><author><name>NABIL MULAHELAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07509075074733457738</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_WQmXZ58xAgg/SdxRp8rkIpI/AAAAAAAAAAM/76oj9oSbMzM/S220/1_459997974l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_WQmXZ58xAgg/Sd03DQKPT1I/AAAAAAAAABA/Ty3YskdPBc8/s72-c/Gorbachev.gif' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
